Tugas 1 SoftSkill
A. Teknologi Game.
Tidak bisa dipungkiri bahwa perkembangan teknologi telah menyusup ke semua sektor baik itu dari segi industri, bisnis, ekonomi, bahkan dunia hiburan juga telah memiliki teknologinya sendiri. Salah satunya adalah video dan console game merupakan teknologi yang berhasil merambah ke sektor dunia hiburan.
Sejarah Perkembangan Teknologi Game.
Teknologi game terdiri dari dua kata, yaitu Teknologi dan Game. Teknologi adalah keseluruhan fasilitas untuk menyediakan sesuatu yang dibutuhkan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Secara umum teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun bukan benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu tujuan.Sedangkan Game adalah permainan yang menggunakan interaksi antarmuka pengguna melaluigambar yang dihasilkan oleh piranti video.
1. Teknologi Game Generasi pertama (1952-1975)
Game Tic-Tac-Toe pertama.
Game Kedua Tennis For Two

Tesis serta teknologi game yang diulas oleh A.S Douglas membuat banyak orang terinspirasi. Bahkan pada tahun 1958 kemudian, William Higinbotham serta menciptakan game Tennis for Two yang dimainkan di osiloskop. Sama dengan Douglas, game ini juga masih sangat sederhana. Antarmukanya sendiri menampilkan lapangan tennis dari samping dan masih sangat terbatas.
Game Space War Pertama

Beberapa tahun pasca diciptakannya teknologi game pertama atau lebih tepatnya pada tahun 1961—game selanjutnya hadir bersamaan dengan naik daunnya teknologi komputer. Komputer pada saat itu masih menjadi barang yang sangat mewah, dari sini Steve Russel menciptakan game bernama Spacewar karena terinspirasi dengan kisah fiksi ilmiah karya Edward E Smith berjudul Skylark. Game Spacewar berhasil diciptakan Russel menggunakan komputer dan memanfaatkan fitur mainframe MIT PDP-1 yang biasa dipakai untuk perhitungan statistik. Dengan komputer tersebut, Steve sukses membuat Spacewar.
2. Perkembangan Teknologi Game generasi Kedua (1976-1983)
Pada generasi kedua, teknologi game berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Masa ini dikenal dengan hadirnya grafik 8 bit atau kurang lebih 4 bit dalam sejarah komputer dan video game. Karena di tahun 1976, teknologi game berhasil dihidupkan kembali oleh Fairchild bersama karyanya yaitu VES (Video Entertainment System). Dalam dekade generasi kedua ini, banyak perusahaan yang menciptakan teknologi game berbasis konsol. Seperti Fairchild Channel F, Magnafox Odyssey versi 2, Attari 2600, hingga Attari 5200.
Dari berbagai besutan tersebut, perusahan-perusahan lain ternyata tidak dapat mengalahkan teknologi milik Attari 2600. Bahkan pada tahun 1980, berbagai produsen konsol baru bermunculan dan menjadikan Atari 2600 sebagai desain dan konsep dasar. Sehingga perkembangan game menjadi semakin maju.
Pada era ini juga terlahir banyak game-game baru yang lebih mengenalkan suasana 3D seperti Battlezone besutan Atari, Pac Man keluaran Namco, Game & Watch milik Nintento dan lain sebagainya dari perusahaan lainnya pula.
Meskipun demikian, pada tahun 1983 penjualan konsol video game mulai berkurang dan banyak orang yang mulai meninggalkannya. Hal ini dikarenakan kurang kreatifnya para pembuat game. Ditambah lagi dengan perkembangan PC semakin canggih sehingga membuat banyak orang memutuskan membeli PC ketimbang konsol video game.
3. Perkembangan Teknologi game generasi Ketiga (1983-1986).
Kehadiran Super Mario akhirnya kembali membuat penjualan konsol game meningkat, bahkan karena hal ini banyak perusahaan software dan hardware yang menghentikan produksinya. Mengingat Super Mario pada saat itu terjual sangat pesat, ini kemudian ditakutkan membuat perangkat lain baik itu software maupun hardware tidak laku di pasaran sehingga tidak heran karena tidak mau ambil risiko banyak perusahan yang memilih menghentikan produksinya secara sementara.
Penjualan Super Mario itu akhirnya sekaligus membuat Nintendo memperluas pemasarannya ke Amerika. Dan mereka berhasil mendominasi pasar video game di sana, sehingga hal ini secara tidak langsung juga menimbulkan persaingan antar perusahaan konsol game, yaitu Nintendo yang merupakan pendatang, dengan SEGA yang notabennya memang bertempat di Amerika.
4. Perkembangan Teknologi Game Generasi Ke-empat (1988-1993)
Tidak mau tertekan dengan atmosfer kesuksesan Nintendo, SEGA juga turut merilis konsol game versi baru yaitu Sega Mega Drive dengan kualitas yang hampir sama. Bahkan, SEGA berhasil membuat konsol game yang memiliki gambar lebih tajam dan animasi lebih halus ketimbang milik Nintendo. Namun hal itu rupanya tidak mempengaruhi penjualan perangkat Nintendo di dunia. Perangkat ini masih bertahan di puncak penjualan tertinggi untuk konsol game.
Konsol game baru milik Nintendo yakni SNES (Super Nintendo Entertainment System) memang dapat menyaingi SEGA Megadrive pada tahun 1990 silam. Namun berselang setahun kemudian, SEGA meluncurkan game berjudul Sonic the Hedgehog, yang akhirnya menarik pecinta game. Karena secara kualitas gameplay, grafik, dan lain sebagainya tentu game ini jauh lebih baik ketimbang Super Mario milik Nintendo. Dan akhirnya Sonic the Hedgehog resmi menjadi saingan berat Super Mario.
5. Perkembangan Teknologi Game Generasi Kelima (1994-1999)
Kedua konsol buatan Sony akhirnya berhasil menuai kesuksesan dan merebut perhatian para pecinta game. Konsol berbasis CD-nya saja menjadi salah satu konsol game terlaris sepanjang masa jauh mengalahkan Nintendo dan SEGA. Tentu saja merasa tersaingi, kemudian Nintendo kembali mengeluarkan konsol baru yakni Nintendo 64 dan SEGA merilis SEGA Saturn yang diciptakan untuk mengalahkan dominasi konsol besutan Sony.
6. Perkembangan Teknologi Game Generasi ke-enam (2000-2013)
Meskipun mendapat saingan baru, Xbox milik Microsoft ternyata tetap tidak mampu menyaingi persaingan Playstation 2. Pada era tersebut, Playstation 2 menjadi pemuncak penjualan tertinggi untuk konsol game.
7. Perkembangan Teknologi Game Generasi Ke tujuh (Sekarang)
B. Bisnis dalam Game
Game
bukan hanya sekedar game. Itulah kalimat yang tepat bagi para developer
game, mungkin sebagian besar para developer hebat, menganggap game bukan
hanya sekedar media hiburan, media pembelajaran, namun sekaligus
sebagai bisnis yang menggiurkan, kenapa dibilang menggiurkan ? coba
kalian lihat saja para developer game yang sukses, contohnya developer
game yang mendadak sukses 2013-2014 kemarin, dia adalah Dong Nguyen.
masih ingatkah kalian ?
Yup dia adalah developer game flappy
bird, game yang membuat para pemainnya kesal namun penasaran. hahaha..
Dan kalian tau mengapa Dong Nguyen dikatakan mendadak sukses, itu
dikarenakan lewat game flappy bird ini dia bisa mencetak penghasilan
sebesar $50 ribu (mungkin setara dengan Rp 600 juta) per hari.. wow wow
wow... Oleh sebab itulah mengapa game dibilang sebagai bisnis yang
menggiurkan.
Seperti judul postingan diatas saya akan membahas tentang aspek bisnis dalam dunia game. Okee langsung saja cekidot..
Dibawah ini merupakan aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam dunia game.
Modal Dasar
Yang
dimaksud dengan modal dasar itu bukan hanya berbentuk uang ataupun
financial saja, akan tetapi bisa juga berbentuk keterampilan ataupun
tenaga ahli. Dalam memulai bisnis game, tentu kita memerlukan sebuah
tim, dengan keahlian dibidangnya masing-masing seperti : Game Designer,
programmer, illustrator, translator, dll
Biaya Operasional
Inilah
poin yang bicara tentang uang. Mengapa kita memerlukan uang ? tentu
kita memerlukan uang, uang diperlukan untuk biaya peralatan kerja, modal
awal, hingga pemasaran. Disini kita harus sangatlah jeli dan
memperhitungkan bagaimana suatu bisnis game itu terbangun serta berjalan
dengan lancer agar bisa mengalami kemajuan dan mendapatkan keuntungan
yang semakin lama semakin meningkat.
Keuntungan (laba)
Setelah
mengetahui tentang modal dasar serta biaya operasional, maka mulailah
bisnis berjalan, mulai dari sini kita bisa memperhitungkan apakah bisnis
ini mempunyai keuntungan jika dijalankan terus-menerus atau sebaliknya
jika dijalankan terus-menerus semakin timbul kebangkrutan, alangkah
baiknya jika kita menghentikan bisnis ini dan melakukan intropeksi
kesalahan. Saya tidak bilang anda harus berhenti berbisnis, namun
belajarlah dari kesalahan, jangan kalah dengan keterpurukan.
Masa Depan Bisnis
Aspek
ini akan mengkaji lebih komprehensif mengenai masa depan bisnis Anda.
Jangan sampai, kita tahu bahwa bisnis game yang digeluti adalah bisnis
musiman, namun perencanaan yang diterapkan adalah untuk bisnis yang
permanen. Modal Investasi Kedepan, keuntungan menjadi tolok ukur
keberhasilan suatu bisnis dan apa langkah selanjutnya ? dalam artian
setelah bisnis telah kembali modalnya bagaimana seorang pebisnis itu
mengembangkan modal awalnya dan menabung keuntungan yang telah kita
dapat dari bisnis yang sudah dijalani.
C. 3D Engine dan Scene Graph.
Di dalam grafika komputer, 3D
merupakan bentuk grafik yang menggunakan representasi data geometri tiga
dimensi. Grafik 3D ini tersimpan didalam komputer untuk keperluan
kalkulasi atau rendering gambar 3D. Pada 3D, engine bukanlah exutable
program, artinya engine tidak bisa dijalankan sebagai program yang
berdiri sendiri.
3D engine adalah sistem perangkat lunak yang dibuat dan dirancang untuk menciptakan dan mengembangkan gambar 3D, fungsionalitas inti biasanya disediakan oleh mesin permainan mencakup mesin render (renderer) untuk 2D/3D grafis.
Berbeda dengan dukungan grafik 2D yang sudah built in, dukungan Java terhadap grafik 3D diletakkan ke dalam API terpisah, yakni Java3D. Java3D merupakan API 3D berbasis scene graph di platform Java, dimana scene graph merupakan sebuah pohon yang berisi hierarki data scene. Di dalam api Java3D didefinisikan sejumlah kelas dan interface yang menyediakan beragam operasi grafik 3D.
Konsep scene graph merupakan inti dari Java3D. Sebuah scene graph merupakan g rafik yang mempresentasikan geometri, material, dan pencahayaan. Scene graph dimulai dari root dengan sebuah Virtual Universe dan mencakup transformasi serta geometri untuk mendefinisikan objek di dunia maya. Secara garis besar, ada tiga tahap fundamental yang diperlukan untuk menghasilkan objek 3D, yaitu:
3D engine adalah sistem perangkat lunak yang dibuat dan dirancang untuk menciptakan dan mengembangkan gambar 3D, fungsionalitas inti biasanya disediakan oleh mesin permainan mencakup mesin render (renderer) untuk 2D/3D grafis.
Berbeda dengan dukungan grafik 2D yang sudah built in, dukungan Java terhadap grafik 3D diletakkan ke dalam API terpisah, yakni Java3D. Java3D merupakan API 3D berbasis scene graph di platform Java, dimana scene graph merupakan sebuah pohon yang berisi hierarki data scene. Di dalam api Java3D didefinisikan sejumlah kelas dan interface yang menyediakan beragam operasi grafik 3D.
Konsep scene graph merupakan inti dari Java3D. Sebuah scene graph merupakan g rafik yang mempresentasikan geometri, material, dan pencahayaan. Scene graph dimulai dari root dengan sebuah Virtual Universe dan mencakup transformasi serta geometri untuk mendefinisikan objek di dunia maya. Secara garis besar, ada tiga tahap fundamental yang diperlukan untuk menghasilkan objek 3D, yaitu:
- Menciptakan objek Canvas3D
- Menciptakan sebuah scene graph
- Menghubungkan objek Canvas3D ke objek BranchGroup yang menunjuk root dari scene graph
- Ogre 3D
Objected-Oriented Graphics Rendering Engine atau bisa disingkat dengan
OGRE merupakan engine yang object oriented & flexible 3D rendering
pada game engine yang ditulis dengan menggunakan bahasa C++ serta
didesain agar mampu men-developer dengan mudah kepada aplikasi produksi
dengan menggunakan utility hardware-accelerated 3D graphic. Gambaran
abstraknya OGRE menggunakan sistem library seperti Direct3D &
OpenGL, serta menyediakan sebuah dasar interface di dunia objek dan
class objek yang lebih tinggi.
OGRE hanya digunakan untuk me-render. Dengan kata lain, fitur OGRE hanya
khusus menangani vector & matOix classes, memory handling, dan lain
lain. Ini bukan lah salah satu dari semua solusi dalam istilah game
development/simulasi. OGRE tidak menyediakan audio/physics support.
Walaupun penjelasan diatas bisa dikatakan sebagai kelemahan dari OGRE
itu sendiri, akan tetapi semua itu sebanding dengan kemampuan grafis
yang ada pada game engine tersebut. Kelebihan yang paling menonjol pada
OGRE adalah graphics engine yang bisa memberikan para developer sebuah
kebebasan untuk menggunakan physics apapun, input, audio, & library
lainnya. OGRE memberikan para tim development untuk fokus pada graphics
daripada beberapa sistem-sistem yang ada dalam game development. OGRE
dapat mendupport OIS, SDL, CEGUI libraries. Sekarang ini OGRE adalah
publish dibawah dua lisensi, yaitu LGPL & OUL. Maka sekarang ini
para publish tersebut membuka OGRE sebagai free/open source software.
Fitur-fitur pada OGRE:
- Desain yang object-oriented dengan menggunakan plugin untuk mempermudah memasukkan fitur lainnya
- Engine berbasis scane graph dengan bantuan untuk sebuah varietas yang luas, octree, BSP, & paging landscape scene manager
- Multi-platform dengan dukungan OpenGL & Direct 3D. Bisa me-render konten yang sama di beda platform tanpa harus mempunyai content creator. dapat diakses pada platform Linux, Mac OS, dan semua versi Windows
- OGRE mendukung program vertex dan fragment selama ditulis dengan GLSH, HLSL, Cg, dan assembler
- The landscape scene manager untuk progressive LOD, yang mana bisa dibuat secara otomatis dan manual
- Engine annimasi yang men-support penuh untuk multiple hardware
- Processing
Processing adalah bahasa pemrograman dan lingkungan pemrograman yang
bersifat open source yang digunakan untuk memprogram gambar, animasi,
dan interaksi. Processing digunakan untuk mengajarkan dasar-dasar
pemrograman komputer dalam konteks rupa dan berfungsi sebagai buku
sketsa perangkat lunak dan alat produksi profesional. Processing
mengintegrasikan suatu bahasa pemrograman, lingkungan pemrograman, dan
metodologi pengajaran ke dalam sistem terpadu.
Processing merupakan suatu projek yang dinisiasi oleh Ben fry dan casey
reas. Berkembang dari ide-ide yang dieksplorasi di Aesthetics and
Computation Group (ACG) di Mit Media Lab. Projek ini kini terus
diperbaiki dan dikelola oleh sejumlah Tim Voluntir.
- Game Maker
Game Maker adalah software yang bisa membantu anda menjadi pengembang
game komputer tanpa menggunakan coding sedikitpun. Dapat digunakan untuk
membuat 3 dimensi dan Multiplayer. Game Maker dapat menjadikan hak
penuh dari software (game) yang anda buat termasuk dapat menjual game
tersebut, bahkan bisa mendownload musik, efek suara, gambar, script,
serta background.
- Unity 3D
Unity 3D adalah sebuah game developing software. Dengan software ini,
kita bisa membuat game 3D yang seru. Game developer ini sangat mudah
digunakan, dengan GUI yang memudahkan kita untuk membuat derta mengedit
script untuk menciptakan sebuah game 3D. Selain bisa untuk build game
PC, Unity juga dapat digunakan untuk membangun game console seperti
Nintendo Wii, PS3, Xbox 360, juga Ipad, Iphone, dan Android. Namun
masing-masing membutuhkan biaya lisensinya sendiri. Unity kurang lebih
sama dengan Blender game engine, namun unity lebih ringan dan
diintegrasi lebih dalam suasana grafik.
Kelebihan Unity terdapat pada multiple platform, artinya banyak platform
yang disupport oleh unity, seperti Windows, Mac, iPhone, iPad, Android,
Nintendo Wii, dan juga browser. Untuk browser, kita memerlukan sebuah
plug-in, yaitu Unity Web player, sama halnya dengan Flash Player pada
browser. Pada unity, kita tidak bisa melakukan desain/modelling
dikarenakan unity bukan tool untuk mendesain. Jadi jika kita ingin
mendesain, dibutuhkan 3D editor lain seperti 3Dsmax atau Blender,
kemudian kita export menjadi format .fbx.
Referensi
- https://www.indoworx.com/menelusuri-sejarah-perkembangan-teknologi-game- di-dunia/- https://brilliant-spot.blogspot.com/2016/03/aspek-bisnis-dalam-dunia-game.html
- http://tiattack.blogspot.com/2012/04/arsitektur-game-engine.html
- http://mane3x.wordpress.com/tag/scene-graph/
- http://blogs.itb.ac.id/wnugroho/processing/
