Selasa, 08 Oktober 2019

Tanggung Jawab Sosial Wirausaha terhadap Konsumen dan Lingkungan.

Pertama-tama kita ketahui dulu apa sih definisi dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan ?

(Mazurkiewicz, 2011 di dalam paper: “Corporate Environmental Responsibility: Is a Common CSR Framework Possible?”) Kemampuan perusahaan untuk menutupi implikasi lingkungan yang berasal dari; produk operasi dan fasilitas, menghilangkan limbah dan emisi, memaksimalkan efisiensi dan produktivitas sumber daya alam dan meminimalkan praktek-praktek yang buruk dapat mempengaruhi kenikmatan sumber daya alam suatu negara bagi generasi mendatang.

Dari definisi diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan merupakan hal  penting bagi tiap perusahaan untuk dapat mengatur, mengolah dan mempergunakan lingkungan sebaik-baiknya yang tidak hanya menguntungkan dan meningkatan efisiensi bisnis setiap perusahaan, tetapi juga bagi lingkungan dan dampak sosial di masa yang akan datang.

Lalu apa keuntungan bagi perusahaan yang menjalakan tanggung jawab sosial terhadap lingkungannya ?

1. Reputasi dan Citra dimata Konsumen dan Investor meningkat.

bagi konsumen perusahaan yang yang menjalankan tanggung jawab sosialnya terhadap lingkungan dilihat sebagai perusahaan yang bagus, karena perusahaan itu dapat dengan baik mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam dalam menguntungkan konsumen dan juga perusahaan. bagi para investor, perusahaan yang menjalankan tanggung jawab sosialnya dengan baik dinilai memiliki resiko bisnis yang rendah atau low risk business. dan juga perusahaan dapat dilirik oleh investor yang ingin ber-investasi jangka panjang.

2.  Mengeliminasi konflik lingkungan dan sosial disekitar perusahaan.

misalkan perusahaan tekstil yang berada dekat dengan pemukiman warga, ada baiknya perusahaan tersebut tidak membuang limbah sembarangan atau lebih baik limbah tersebut diolah terlebih dahulu agar tidak mencemari lingkungan sekitar. karena hal-hal tersebut dapat mempengaruhi alam sekitar yang berarti juga mempengaruhi masyarakat sekitar, tentu kita tidak mau dipagi hari tiba-tiba ada banyak orang yang protes didepan perusahaan kita.

3.Membedakan perusahaan dengan para pesaingnya. 

Jika kegiatan terhadap lingkungan dilakukan oleh sebuah perusahaan, perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan dan kesempatan dalam menonjolkan keunggulan komparatifnya (comparative advantage) sehingga dengan mudah dapat memberikan nilai plus yang berbeda dengan para pesaingnya yang tidak melakukan kegiatan sosial terhadap lingkungan.

Tanggung Jawab Kepada Konsumen

Sebagai orang yang berwirausaha, hubungan yang terjalin dengan baik terhadap konsumen merupakan hal yang krusial. misalkan wirausaha dibidang makanan, tentu kita ingin menyajikan makanan terbaik kepada konsumen agar kosnumen tersebut merasa puas, dan seterusnya ingin membeli makanan kita lagi.

Referensi :

http://muhammadharissalim.blogspot.com/2012/10/menjalankan-tanggung-jawab-sosial.html

https://bennykaristiawan.wordpress.com/2012/10/10/tanggung-jawab-sosial-wirausaha-terhadap-konsumen-dan-lingkungan/

PENDAHULUAN

Langkah pertama yang diambil setelah memiliki ide untuk memulai usaha, maka selanjutnya yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan yang berguna sebagai persiapan awal yang memiliki dua fungsi. salah satunya yaitu sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha dan selanjutnya sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar.
pertama-tama mari kita ketahui dahulu apa itu Sumber Daya Manusia.

Menurut para ahli, Sumber Daya Manusia memiliki beberapa pengertian yaitu :

1. Sonny Sumarsono (2003, h 4) 

Menurut Sonny, Human Resource atau SDM memiliki dua pengertian yaitu..
Pertama, adalah usaha kerja atau jasa yang dapat diberikan dalam proses produksi. Dalam hal lain SDM mencerminkan kualitas usaha yang diberikan oleh seseorang dalam waktu tertentu untuk menghasilkan barang dan jasa.

kedua, SDM menyangkut manusia yang mampu bekerja untuk memberikan jasa atau usaha kerja tersebut. Mampu bekerja berarti mampu melakukan kegiatan yang mempunyai kegiatan ekonomis, yaitu bahwa kegiatan tersebut menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan atau masyarakat.

2.  Mary Parker Follett.

Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu seni untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk melaksanakan berbagai pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

3. Mathis dan Jackson (2006, h.3) 

SDM adalah rancangan sistem-sistem formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi.

Ciri-ciri dan Sifat kewirausahaan

untuk mencapai tujuan dari sukses nya Wirausaha yang dilakukan , terdapat beberapa ciri-ciri dan sifat dari kewirausahaan yang diharapkan menjadi kunci menuju kesuksesan dimasa depan. berikut ciri-ciri nya:
  • Percaya diri
  • Berorientasikan tugas dan hasil
  • Pengambil risiko
  • Kepemimpinan
  • Keorisinilan
  • Berorientasi ke masa depan
  • Jujur dan tekun
 Perencanaan Sumber Daya Manusia

Perencanaan sumber daya manusia adalah proses menilai kebutuhan dan ketersediaan sumber daya manusia kemudian menigtegrasikan antara keduanya. Perencanaan dilakuakan untuk menentukan keputusan seperti apa yang akan dilakukan jika ketersediaan sumber daya manusia naik dan apabila turun serta bagaimana integrasinya untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

Perencanaan yang matang pada perusahaan adalah cara untuk menetapkan dan mencapai tujuan dari perusahaan tersebut. Faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat perencanaan bisnis adalah tujuan usaha, komitmen dan batasan waktu. Setiap wirausaha wajib memiliki tujuan usaha agar jelas output yang dihasilkan dari wirausaha yang dibuat. Sementara tujuan tidak akan tercapai jika tidak memiliki komitmen dalam menjalankan bisnis. Perlu pula diperhatikan batasan waktu untuk memotivasi perusahaan agar segera mencapai tujuan yang hendak dicapai. Setelah perencanaan, poin berikutnya adalah perekrutan tenaga kerja. Perekrutan tenaga kerja yang tepat dapat membantu mempercepat kemajuan dari suatu perusahaan. Ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam perekrutan tenaga kerja, yaitu sesuai dengan minat dari calon karyawan agar dapat bekerja secara optimal, kemampuan yang memadai, attitude yang baik, lolos dalam persyaratan tertentu yang dibutuhkan oleh perusahaan.



Wirausaha merupakan kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat merdeka lahir dan batin, sumber peningkatan kepribadian suatu proses dimana orang mengerjakan peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif di tuntut untuk mampu mengolah, mengetahui dan menguasai bidang tersebut.

Faktor – faktor dalam membuat perencanaan bisnis :
1. Tujuan usaha
2. Komitmen dalam menjalankan usaha
3. Batasan waktu.

Sumber – sumber SDM :
1. Lembaga
2. Pendidikan

Manfaat dari perencanaan bisnis :
  1. Dapat mendekati asumsi kebenaran
  2. Membandingkan hasil dengan rencana.
  3. Alat komunikasi untuk meyakinkan pihak lain.
  4. Wirausaha dapat berfikir kritis dan objektif.
Tahapan perencanaan usaha :
  1. Ide atau gagasan
  2. Konsep (perencanaan bisnis)
  3. Pengembangan produk
  4. Uji pemasaran
  5. Komersialisasi (penjualan). 

Perekrutan Tenaga Kerja

Perekrutan adalah upaya perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja yang diperlukan sesuai dengan kualifikasi yang telah ditetapkan dalam perencanaan tenaga kerja. Rekrutmen sendiri terbagi atas dua bagian, yaitu :
  1. Rekrutmen Internal, proses untuk mendapatkan tenaga kerja atau SDM yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan tenaga kerja yang sudah ada atau yang sudahdimiliki oleh perusahaan
  2. Rekrutmen Eksternal, perusahaan mendapatkan tenaga kerja atau SDM yang akanditempatkan pada suatu jabatan tertentu dengan memperolehnya dari luarperusahaan, atau seringkali dinamakan sebagai outsourcing pada penyeleksian tenaga kerja, ada tiga tahapan yang perlu diperhatikan setiap perusahaan ataupun wirausaha yang ingin memperkerjakan tenaga baru sehingga kriteria yang diinginkan terpenuhi.
Tiga tahapan tersebut adalah :
  1. Seleksi administrasi, dimana pada tahap ini perusahaan akan menyeleksi dari CV, apakah pelamar memenuhi syarat dari segi pendidikan, jurusan, jenjang, jenis kelamin, dan batas usia yang dicari oleh perusahaan atau wirausaha.
  2. Seleksi kualifikasi, merupakan penyeleksian yang biasanya dilakukan dengan cara mengadakan tes pengetahuan umum ataupun psikologi pada pelamar.
  3. Seleksi sikap dan perilaku, merupakan penyeleksian yang terakhir dimana pada tahap ini hanya interview atau wawancara kepada pelamar yang sudah lulus untuk tahap 1 dan 2. Biasanya seleksi ini dilakukan langsung oleh bagian HRD perusahaan tersebut. Melalui seleksi ini, HRD dapat menilai langsung sikap dan perilaku calon pegawai dari setiap jawaban yang mereka berikan.
Tujuan Rekrutmen, antara lain :
  1. Untuk memikat sekumpulan besar pelamar kerja sehingga organisasi akan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk melakukan pemilihan terhadap calon-calon pekerja yang dianggap memenuhi standar kualifikasi organisasi.
  2. Tujuan pasca pengangkatan (post-hiring goals) adalah penghasilan karyawan-karyawan yang merupakan pelaksana-pelaksana yang baik dan akan tetap bersama dengan perusahaan sampai jangka waktu yang masuk akal.
  3. Upaya-upaya perekrutan hendaknya mempunyai efek luberan (spillover effects) yakni citra umum organisasi haruslah menanjak, dan bahkan pelamar-pelamar yang gagal haruslah mempunyai kesan-kesan positif terhadap perusahaan.
Referensi :

https://falenfrensyers.wordpress.com/2018/10/21/sumber-daya-manusia-wirausaha-dalam-melakukan-perencanaan-dan-perekrutan-tenaga-kerja/

https://zarapintar.wordpress.com/2014/10/14/sdm-wirausaha-dalam-melakukan-perencanaan-dan-perekrutan-tenaga-kerja/