Pertumbuah Penduduk,dan Migrasi di Kota Bekasi
Oleh:
Arif Ukasyah
UNIVERSITAS GUNADARMA
TEKNIK INFORMATIKA
2017
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak teman-teman yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.
Bekasi, January 2017
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Makalah ini saya tujukan kepada para mahasiswa yang sedang mencari tahu tentang apa itu pertumbuhan penduduk, dan migrasi yang terjadi di kota bekasi. dengan dibuat nya makalah ini saya harap mahasiswa dapat memahami tentang apa yang terjadi dan yang mempengaruhi di kota bekasi.Dari tahun ke tahun penduduk kota bekasi semakin banyak dan membludak disana sini, apalagi ditambah penduduk yang migrasi dari desa kekota yang tidak teraturdan menimbulakan masalah baru.
1.2 Tujuan Penulisan
- sebagai media sosialisasi dan informasi tentang bagaimana pertumbuhan penduduk dan migrasi di kota Bekasi.
- Sebagai referensi bagi siswa dan siswi untuk membuat makalah bahasa indonesia atau makalah tentang pertumbuhan penduduk.
Bab II
Pembahasan
Pertama-tama mari kita bahas tentang apa sih pertumbuhan pendudu itu, menurut wikipedia Pertambahan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertambahan penduduk merujuk pada semua spesies, tetapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertambahan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.Dan apa itu Migrasi,
Migrasi adalah perpindahn penduduk dari satu tempat ke tempat lain, ada 2 jenis yaitu imigraasi dan emigrasi. Imigrasi adalah perpindahan penduduk dari negara lain yang mengunjungi sebuah negara. Misalnya penduduk Malaysia berpindah dan tinggal di Indonesia.Pertumbuhan penduduk ini disebabkan beberapa hal, seperti angka kelahiran dan migrasi contohnya, menurut menurut dari TEMPO.CO pertumbuhan penduduk di kota Bekasi mencapai 4.2 % tiap tahunnya, banyak sekali bukan. dan dikabarkan pada tahun 2020 penduduk kota bekasi mencapai 3.6 juta jiwa.ini berita lengkapnya,
Kepala Dinas Tata Kota Bekasi Koswara mengatakan tahun ini jumlah penduduk di wilayahnya 2,4 juta jiwa. Menurut dia, pertumbuhan penduduk di wilayahnya dianggap cukup pesat dibandingkan pertumbuhan secara nasional yang hanya 1,47 persen setiap tahun. Koswara mengatakan pertumbuhan penduduk di Kota Bekasi bisa melaju cepat karena beberapa faktor. Misalnya, ada pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas) I dan II di Bekasi Timur serta perumahan lainnya. Tercatat ada 38 perumahan dengan areal pengembangan seluas 800 hektare di Kota Bekasi.
Pembangunan perumahan ini kemudian diikuti pengoperasian Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang memudahkan akses transportasi dan ekonomi. Karena itu, migrasi penduduk Jakarta ke Kota Bekasi bukan fenomena yang mengejutkan karena berbagai infrastruktur sudah tersedia. "Tumbuh terus hingga sekarang," kata Koswara.ibarat dua sisi mata Uang ada efek positifnya dan juga ada efek negatifnya, peningkatan jumlah penduduk mempengaruhi aspek sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Sisi positifnya, urbanisasi ikut menyumbang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Sedangkan sisi negatifnya bisa menimbulkan ledakan penduduk yang berujung naiknya tingkat kriminalitas, pengangguran, dan aspek sosial lainnya. Karena itu, kata Koswara, urbanisasi tidak bisa dicegah, tapi harus dikelola. "Untuk mengelola urbanisasi menjadi kekuatan, perlu diciptakan lapangan kerja baru, seperti ekonomi kreatif, pusat kuliner, dan sebagainya," katanya.Sisi positifnya, urbanisasi ikut menyumbang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Sedangkan sisi negatifnya bisa menimbulkan ledakan penduduk yang berujung naiknya tingkat kriminalitas, pengangguran, dan aspek sosial lainnya. Karena itu, kata Koswara, urbanisasi tidak bisa dicegah, tapi harus dikelola. "Untuk mengelola urbanisasi menjadi kekuatan, perlu diciptakan lapangan kerja baru, seperti ekonomi kreatif, pusat kuliner, dan sebagainya," katanya.Ditambah lagi Migrasi mempengaruhi kepadatan kota bekasi, Daerah yang memiliki densitas atau kepadatan penduduk tinggi di Jawa Barat, saat ini, bukan hanya Kota Bandung dan Cimahi, tetapi sudah merambah Kota Bekasi. Kepadatan penduduk bukan hanya menyangkut kelahiran, tapi termasuk migrasi masuk.Kota Bandung dan Cimahi memiliki tingkat kepadatan penduduk paling tinggi dibandingkan kota/ kabupaten lainnya di Jabar. Kepadatan penduduk Kota Bandung adalah 14.228 orang per kilometer persegi kota, sedang Cimahi 13.134 orang per kilometer persegi. kepadatan penduduk bukan hanya menyangkut kelahiran, namun termasuk migrasi masuk. Jadi bagaimana penduduk dari daerah lain masuk ke Jabar dan berkumpul paling banyak di ketiga kota itu.Bab III
Penutup
Dengan meningkatnya penduduk kota Bekasi, terdapat sisi Positif dan negatifnya ibarat mata uang yang berlainan. Seharusnya pemerintah lebih sigap dalam menanggapi hal ini, jangan tunggu sampai membludak seperti jakarta baru di kerjakan. tapi lakukan sekarang tanpa basa basi.semoga rangkuman makalah ini dapat dipahami dengan baik, apabilaada kata-kata yang salah mohon dimaafkan.bab IV
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar